Akhirnya Saya Kena Covid-19 (Juga)

Lebih dari setahun kita menjalani hidup bersama Covid-19 di Indonesia. Selama itu pula saya berusaha patuh pada protokol Kesehatan. Apa daya, tepat 496 hari sejak Presiden Jokowi mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia, saya dinyatakan positif!

Kok bisa? Pergi ke mana saja? Apa yang kamu rasakan? Bagaimana keadaanmu? Pertanyaan

Pandemi COVID-19 Paksa Kita Kembali Pada Kodrat. Sebuah Tinjauan Filsafat dan Teologi

Dunia masih diselimuti pandemi COVID-19. Bagi Indonesia, sudah 16 bulan kita berjuang keluar dari himpitan virus mematikan ini. Bukannya makin membaik, gelombang serangan justru semakin masif dan mematikan.

Saya pun bertanya, apa yang Tuhan kehendaki dengan ini semua?

Saat tulisan ini

Memaknai Paskah Pasca Bom Bunuh Diri Katedral Makassar

Di Minggu Palma Yesus dielu-elukan. Namun berakhir di kisah sengsara. Umat pulang misa dengan peneguhan, bahwa Salib adalah jalan menuju kebangkitan. Derita karena mengikuti Yesus adalah konsekuensinya. Dan benar, baru beberapa langkah keluar pintu gereja, bom meledak. Tepat jam 10.28 WITA.

Beberapa umat yang masih di lingkungan Gereja Katedral

Beberapa Pastor Lupa, Mereka Dipanggil Meneladani Santo Yosef di Masa Pandemi

Tahun 2021 menjadi berkat. Di tengah krisis Pandemi Covid-19, Gereja mengajak kita semua untuk meneladani Santo Yosef, Suami Maria dan Ayah Yesus. Namun sayang, beberapa Pastor lupa bahwa mereka dipanggil meneladani Santo Yosef di tengah Pandemi ini.

Nyaris sepanjang tahun 2020 kita menghadapi virus Covid-19 yang membatasi semua ruang

Bangga Menjadi Katolik (5): Apakah Baptis Bayi Melanggar HAM?

Sudah lama menjadi isu bahwa baptisan bayi dalam Gereja Katolik dituduh mempraktikkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Di era milenial, ternyata orang muda Katolik tak lepas dari hal ini. Yuks kita ulas bersama.

Isi baptisan bayi kembali muncul ketika saya membaca Majalah HIDUP No. 27

Bangga Menjadi Katolik (4): Katolik Garis Lucu Vs Kasus Pelecehan Seksual dalam Teropong Inkarnasi

Beberapa minggu ini, umat Katolik yang aktif di media sosial terbilang gaduh. Lantaran admin Instagram Katolik Garis Lucu (KGL) memposting konten yang dianggap menghina Yesus. Umat terpolarisasi, satu sisi pro dengan admin KGL, sisi lain menganggap apa yang ditampilkan merupakan penistaan. Di sisi lain, terungkap kasus pelecehan

Pentakosta: Ultah Gereja, Pandemi Corona, dan Takut Meminta Roh Kudus

Berbicara Roh Kudus tak lepas dengan “bahasa roh.” Yang merasa bisa berbahasa roh punya godaan sombong, sedangkan yang tidak bisa merasa minder. Ada lagi yang nyinyir dengan kelompok doa yang diklaim melakukan puja puji menggunakan bahasa roh. Emang apa sih Bahasa Roh itu?

Roh Kudus jadi pembicaraan menarik

Bangga Menjadi Katolik (3): Bagaimana Menyikapi Artis Mualaf?

Masyarakat Indonesia pada umumnya masih terikat dengan identitas. Agama adalah salah satu identitas yang memiliki daya tarik emosional yang sangat tinggi. Berita seorang artis (baca: public figure yang bergerak di bidang seni) pindah agama bisa gempar.

Saat seseorang itu meninggal, terjadilah tarik menarik identitas

Bangga Menjadi Katolik (2): Konsep Tritunggal yang Bikin Repot!

Allah Tritunggal menjadi paradoks untuk orang Kristen. Satu sisi menjadi inti iman, tapi di sisi lain menjadi sumber perdepatan bahkan akar masalah. Tidak hanya untuk agama lain, tetapi konsep Tritunggal ini jadi bahan pembahasan tak berujung di kalangan orang Kristen sendiri.

Sampai detik ini, saya masih mendengar dari

Bangga Menjadi Katolik (1): Tanda Salib

Salib adalah tanda kekristenan yang sejak awal mula menjadi paradoks. Awalnya salib adalah tanda kehinaan, menjadi tanda kemenangan karena kebangkitan Yesus. Kini setelah kita hayati sebagai tanda kemenangan malah jadi bahan ejekan bagi orang lain. Alhasil, salib jadi aib yang tidak layak dibanggakan, ditunjukkan, diperkenalkan, bagi orang kristen yang tak tahan oleh