Inilah Persiapan dan Modal Kuat Busan untuk Jadi Tuan Rumah World EXPO 2030

Facebooktwitteryoutubeinstagramby feather

Pemerintah Republik Korea sangat serius mengajukan Kota Busan sebagai tuan rumah World Expo 2030. Usaha terbaru adalah dengan menyelenggarakan World EXPO 2030 Busan Forum pada 8 November 2022.

Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan sejuah mana persiapan dan promosi yang telah dilakukan Busan sebagai calon tuan rumah. Untuk itu, pemerintah setempat menggandeng The Kookje Daily News dan Asia Journalist Association.

Di acara yang mengusung tema “Transformasi Besar Asia” bakal hadir jurnalis dari berbagai negara seperti Indonesia, Mesir, Kamboja, Vietnam, Pakistan, Iran, dan Kyrgyzstan. Negara asal mereka merupakan anggota Bureau International des Expositions (BIE).

BIE merupakan organisasi non komersial antar pemerintah yang bertugas untuk mengawasi dan mengatur pameran internasional ternama dunia, termasuk World Expo 2030. BIE berdiri sejak tahun 1928 dengan misi untuk menjamin kualitas setiap pameran serta melindungi hak-hak penyelenggara dan peserta. Saat ini BIE beranggotakan 170 negara. Indonesia telah tergabung dalam organisasi ini sejak tahun 1997.

Pemandangan Fasilitas Umum Pembangunan Kembali Pelabuhan Utara Busan

Para jurnalis ini akan berkunjung dan meliput area pelabuhan utara, tempat diselenggarakannya World EXPO 2030 Busan, dan mengunjungi perusahaan global Korea dan instansi pemerintah.

Sebelumnya pada Juni 2021 Republik Korea mengajukan surat pencalonan kepada BIE untuk menjadi tuan rumah World Expo 2030 di Busan. Kota terbesar di Korea setelah Seoul ini, tidak sendirian, tetapi mereka mengklaim punya 3 modal utama untuk bisa menjadi tuan rumah yang baik.

Modal tersebut disingkat “3W”: well-developed (berkembang dengan baik); well-placed (tempat yang baik); and well-experienced (sarat pengalaman). Modal tersebut ditopang dengan popularitas Republik Korea di mata dunia berkat ketenaran K-Pop dan film/ dramanya, salah satunya Squid Game.  

Sebagai kota yang berkembang, saat ini punya peran sentral dalam Revolusi Industri Keempat. Pada 23 Juli 2019, Busan ditetapkan sebagai zona bebas regulasi untuk teknologi Blockchain dan mengembangkan bisnis terkait. Pusat industri masa depan Korea, Busan Eco Delta Smart City, menjadi pusat logistik Asia Timur Laut.

Kota yang berkembang ini sekarang berfungsi sebagai pusat ilmu kelautan dan R&D, dan rumah bagi institusi terkait, seperti Institut Maritim Korea (KMI) dan Institut Sains dan Teknologi Kelautan Korea (KIOST).

Park Hyung-joon (kedua dari kiri), Walikota Busan Metropolitan City, saat sedang berada di Dubai Expo

Busan juga menjadi tempat yang baik karena pusat transportasi dan logistik. Busan adalah jalur penghubung dari benua Eurasia ke Asia-Pasifik, maka di sini tersedia akses yang lengkap seperti bandara, kereta api berkecepatan tinggi dan pelabuhan.

Sebagai pusat Asia-Pasifik, lebih dari 40 juta wisatawan yang berkunjung dari berbagai negara berkunjung ke Busan. Sebagai kota metropolis yang berkembang, ia juga menawarkan lingkungan alam menawan yang berasal dari keharmonisan antara laut – termasuk tujuh pantai di Busan – sungai dan pegunungan.

Kota yang semarak ini berada di garis depan dalam mempromosikan K-Culture melalui penyelenggaraan berbagai acara budaya, termasuk Festival Film Internasional Busan tahunan, Festival Busan One Asia, dan G-STAR.

Terakhir, ternyata Busan punya banyak pengalaman menyelenggarakan kegiatan internasional, seperti Asian Games 2002 dan KTT APEC 2005. Acara-acara penting yang telah diselenggarakannya meliputi: Busan World Development Institute General Assembly 2011; ITU Plenipotentiary Conference 2014; ASEAN-ROK Commemorative Summit 2014 & 2019; the 2015 IDB Annual Meeting; and the International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) World Congress in 2022.

Busan adalah kota MICE terbesar ke-5 di Asia dan ke-13 dunia sehingga memiliki keahlian luar biasa dalam menyelenggarakan pameran internasional.

Baca Juga: Kala Seekor Anjing Menyadarkan Kita Hubungan Psikopat Dengan Tindakan Menyiksa Hewan

World Expo 2030 adalah sebuah pameran yang akan menawarkan sebuah visi baru bagi kemaslahatan umat manusia. Di sana juga akan menjadi sebuah forum kerja sama untuk mengatasi segala tantangan global. Acara ini merupakan pameran dunia yang akan menjadi tempat untuk membangun konsensus antara negara maju dan negara berkembang.

Konsensus untuk bersama-sama menghadapi tantangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu krisis iklim, pandemi, dan kesenjangan digital. Oleh karena itu, perubahan mendasar diperlukan untuk mengatasinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Busan sebagai calon tuan rumah menyerukan tema utama “Transforming Our World, Navigating Toward a Better Future” untuk World EXPO 2030.

Tema tersebut diturunkan dalam 3 sub tema: Climate Change (Perubahan Iklim); Downsides of the Digital Transformation (Sisi Buruk Transformasi Digital); dan Inequality Among and Within Nations (Ketimpangan di Satu Negara atau Antar Negara). Setiap sub tema tersebut berkorelasi dengan tiga pilar SDGs PBB yakni manusia, bumi, dan kemakmuran.

Demi suksesnya pencalonan Busan, warga Republik Korea menyatukan tekadnya, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, eksekutif dan legislatif, sektor swasta dan publik, semua terlibat dalam upaya sepenuh hati sebagai satu tim untuk mencapainya.

Pemandangan malam Kota Metropolitan Busan

Panitia Lelang World EXPO 2030 Busan yang terdiri dari multi sektor telah diluncurkan pada Juli 2021 untuk melakukan kegiatan promosi. Panitia ini dipimpin langsung Perdana Menteri Republik Korea dan perwakilan dari sepuluh pelaku bisnis teratas Korea bergabung, seperti Samsung, Hyundai, dan SK.  

Warga Busan sendiri, lebih dari 90% dari seluruh demografi telah memberikan dukungan. Ini merupakan bukti tingginya dukungan dan aspirasi publik untuk menjadi tuan rumah World EXPO 2030 Busan.

World EXPO 2030 Busan akan memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk mengenali tantangan global dan memikirkan lingkungan dan cara hidup baru bagi umat manusia. Juga bagaimana kita semua mampu memanfaatkan transformasi teknologi untuk kesejahteraan bersama. 

World Expo 2030 Busan akan menjadi kegiatan terbuka untuk semua. Perjalanan yang kita mulai akan membawa kita melampaui krisis saat ini untuk mengantarkan masa depan baru bagi umat manusia dan seluruh dunia.

Busan, yang merupakan pusat transformasi Korea, menjadi langkah awal dalam menetapkan arah baru menuju masa depan yang lebih baik bagi bumi dan umat manusia.

Foto: Konferensi World Expo 2030 Busan dengan warga Busan

Facebooktwitterby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.
https://www.fransalchemist.com

Leave a Reply