3 Jenasah Martir Katolik Ditemukan Setelah 200 Tahun Kematian Mereka

Facebooktwitteryoutubeinstagramby feather

Keuskupan Jeonju, Korea Selatan, mengonfirmasi telah ditemukan tiga jenasah martir Katolik Korea pertama di Wanju, dua abad setelah kematian mereka.

Dikutip Yonhap, Rabu, 1 September 2021, jenazah tersebut diidentifikasi sebagai milik Paul Yun Ji-chung dan James Kwon Sang-yeon, yang dipenggal kepalanya pada tahun 1791. Sedangkan yang ketiga adalah adik laki-laki Yun, Francis Yun Ji-heon, yang tewas pada tahun 1801.

Baca Juga: Bangga Menjadi Katolik (1): Tanda Salib

Mereka ditemukan pada bulan Maret di Wanju, tepat di luar Jeonju, 243 km selatan Seoul. Jenazah dipastikan milik ketiga martir setelah penelitian sejarah dan pengujian DNA. “Penemuan jenazah adalah peristiwa yang benar-benar menakjubkan dan monumental,” kata Uskup John Kim Son-tae, kepala keuskupan Jeonju, dalam sebuah pernyataan.

“Ini karena Gereja kita, yang tumbuh di atas dasar darah yang ditumpahkan oleh para martir, akhirnya menemukan sisa-sisa orang yang memulai sejarah kemartiran,” katanya.

Uskup itu mengatakan dia mengucapkan “terima kasih yang mendalam, pujian dan kemuliaan kepada Tuhan, yang oleh pemeliharaan-Nya maka hal ini terjadi.”

“Saya ingin berbagi emosi dan sukacita yang luar biasa ini dengan rekan-rekan seiman,” tambahnya.

Baca Juga: Bangga Menjadi Katolik (2): Konsep Tritunggal Yang Bikin Repot!

Para martir termasuk di antara umat Katolik Korea pertama yang dibunuh oleh penguasa Korea yang khawatir penyebaran agama Katolik akan merusak ideologi penguasa berbasis Konfusianisme di negara itu.

Ketiganya dibeatifikasi oleh Paus Fransiskus pada tahun 2014. Sekadar informasi, Paus Fransiskus menggelar misa terbuka untuk membeatifikasi 124 martir Katolik pertama Korea Selatan pada sebuah upacara di Seoul hari Sabtu, 16 Agustus 2021.

Ratusan ribu orang hadir dalam upacara beatifikasi yang diadakan di Gwanghwamun Square di pusat kota Seoul. “Mereka bersedia untuk membuat pengorbanan besar dan membiarkan diri mereka dilucuti dari apa pun yang membuat mereka jauh dari Kristus – harta dan tanah, martabat dan kehormatan – karena mereka tahu Kristus adalah harta sejati mereka, ” kata Paus Fransiskus dalam khotbahnya.

Pada kesempatan tersebut, Paus Fransiskus juga mengenang warga Korea yang meninggal karena iman mereka di abad 18 dan 19.

Penemuan seperti itu jarang terjadi, dan sisa-sisa telah diidentifikasi hanya 27 dari 103 martir yang telah dikanonisasi di Gereja Katolik Korea. Dan 19 dari 124 martir yang telah dibeatifikasi.

Keuskupan mengatakan jenazah menunjukkan luka yang dibuat oleh benda tajam di sekitar leher Paul Yun Ji-chung. Luka ditemukan di sekitar leher, lengan atas dan tulang paha kiri Francis Yun Ji-heon.

Namun, tidak ada luka yang ditemukan pada sisa-sisa James Kwon Sang-yeon. Tetapi bagian tengkorak dan tulang lehernya hilang.

Para ahli mengukur tulang mereka dan menentukan bahwa Paul Yun Ji-chung kemungkinan memiliki tinggi 165,2 cm, sementara James Kwon Sang-yeon berukuran 152,5 cm dan Francis Yun Ji-heon 163,9 cm, masing-masing dengan margin kesalahan 3,8 cm.

Menurut keuskupan, Paul Yun Ji-chung dan James Kwon Sang-yeon adalah sepupu yang bersama-sama menghapuskan ritus leluhur Konfusianisme dan membakar lempengan kamar mayat, yang merupakan bagian dari ritus pemakanan kuno.

Ketika ini diketahui, keduanya melarikan diri untuk menghindari hukuman. Namun, ketika mereka mengetahui bahwa Yun, paman mereka ditangkap, maka mereka menyerahkan diri kepada pihak berwenang.

Jejak spirutualitas kesucian tampak saat mereka dibawa ke tempat eksekusi. Yun dikatakan tampak gembira dan memberikan saksi iman kepada orang-orang di sekitarnya dengan menyanyikan “Jesus” dan “Mary” hingga pedang itu jatuh di lehernya.

Baca Juga: Bangga Menjadi Katolik (3): Bagaimana Menyikapi Artis Mualaf?

Yun berusia 32 tahun dan Kwon berusia 40 tahun ketika mereka dipenggal di luar gerbang selatan Jeonju pada 13 November 1791.

Yun yang lebih muda, berumur 37 tahun pada saat dieksekusi 10 tahun kemudian.

Keuskupan mengatakan pihaknya berencana untuk mengadakan Misa dan upacara pengudusan untuk menghormati tiga martir pada 16 September 2021, di dekat lokasi di mana jenazah mereka ditemukan.

Saat ini, Katolik berkembang pesat di Korea Selatan. Data di tahun 2014 menunjukkan, Gereja Katolik Korea Selatan memiliki lebih dari 5,4 juta anggota atau sekitar 10,4% dari populasi Korea Selatan.

Foto: Gambar ini, disediakan oleh Keuskupan Jeonju, menunjukkan lokasi di mana sisa-sisa tiga martir Katolik Korea ditemukan di Wanju pada bulan Maret 2021. (Yonhap)

Facebooktwitterby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.
https://www.fransalchemist.com

Leave a Reply