Puisi: Bersyukur

Bersyukur Ayunan kaki mengebas debu Deru motor tak peduli jalur Gas mobil diinjak tanpa risau Bahkan napas pun tak disadar

Taunya hari akan berakhir Petasan menderu memekak telinga Langit menjadi benderang oleh sinar Klakson kendaraan pun menusuk telinga Saatnya diam, merenung dalam sunyi Dalam sujud, membiarkan Ia berkata lirih Menyadari segala yang Ia berikan sebagai anugerah Tanpa takut akan diambilNya kembali Sumeleh marang Gusti Aku ini