Asian Games Jadi Ajang Pesta Rakyat yang Mengubah Budaya Kita

Asian Games 2018 berakhir hari ini. Semakin mendekati penutupan, masyarakat Indonesia tampak semakin antusias. Gelora Bung Karno (GBK) semakin hari semakin sesak. Tempat-tempat penjualan suvenir resmi menjadi ajang perburuan massal yang menyita energi dan emosi. Nyatanya, ajang Asian Games 2018 sukses menjadi pesta rakyat semua golongan. Dalam seminggu terakhir, saya datang

Pejabat Harus Punya Spiritualitas Mengatakan Tidak

Layar media begitu sesak dengan ragam polah pejabat yang kemaruk. Sebentar saja kita disejukkan dengan tampilnya Zohri sebagai juara dunia lari 100 m. Belum genap seminggu, kisahnya sudah ketimpa dengan dagelan pejabat melalui kebijakan aneh bin ajaib. Dan semakin terkubur dengan diringkusnya pejabat lain yang karakternya gabungan antara kemaruk dan

Cinta Ibu Frans Seda pada Pancasila melalui Wastra Indonesia

Banyak dari kita sepakat Pancasila adalah Dasar Negara Republik Indonesia yang sudah final. Banyak pula yang setuju Pancasila merupakan asas yang menyatukan beragam suku, bahasa, agama, budaya, bangsa, warna kulit dan sebagainya yang berbeda di dalam wadah Indonesia. Namun, kata "sepakat" dan "setuju" harus dimaknai secara pribadi. Kalau tidak, ada isu

Pekik Suara Kaum Disabilitas Pecah di Hari Habitat Dunia

Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia memang sudah lewat satu bulan. Tapi perjuangan mencapai dunia sebagai tempat tinggal yang layak bagi semua orang, tampaknya usaha yang tidak pernah selesai. Tempat tinggal untuk manusia pada umumnya saja, masih menjadi pekerjaan rumah yang besar, apalagi berpikir untuk merangkul sesama kita yang

Inikah Pernyataan yang Membuat Gubernur Anies “Dipecat” Jokowi?

Pagi ini saya membaca berita di Kompas.Com yang berjudul "Anies: 10 Proyek di Jakarta Tak Punya Analisis Dampak Lalu Lintas." Spontan saya kaget. Kenapa gubernur baru ini tidak mencari solusi atas kemacetan yang terjadi? Kenapa dia tidak juga memaparkan progam kerja pembangunan Jakarta yang pembangunan infrastrukturnya telah lama tertinggal? Berikut pernyataan

Bahayanya Perselingkuhan Agama dengan Politik

Kasus Ahok dalam penistaan agama yang berbuntut putusan penjara 2 tahun telah menarik perhatian dunia. Rasionalitas dan emosi saling menarik dan meremas satu sama lain. Berbagai orang dengan latar belakang sibuk membuat anasir dan memposisikan diri pada anasir tertentu. Fenomena tersebut akhirnya menggiring saya pada satu fakta, bahwa di balik kasus

Seribu Bunga di Balai Kota: Cara Membaca Siapakah Pendukung Basuki dan Anies?

Pulang kerja saya kaget melihat ada bunga mawar merah di atas meja makan. Kelopaknya tampak sudah tidak segar, Namun mawar itu tetap direndam dalam air, dengan harapan besok masih bisa dipandang dan dikenang. Kenangan pada sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Bunga itu dari Balai Kota. Mami tadi ke sana, mampir sebelum

Juara 1 Kompasiana Blog Competition

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan prioritas pembangunan di bidang infrastruktur, khususnya untuk bidang jalan dan jembatan, perumahan, menyokong ketersediaan air bersih dan pertanian, serta membangun lingkungan yang bersih berkelanjutan. Pemerintah menginginkan percepatan pembangunan infrastruktur guna memperkuat pondasi pembangunan yang berkualitas.

Perbedaan Pelecehan Seksual di Kota dan Desa

Belakangan ini kita kerap disajikan berita pelecehan seksual. Umumnya, pelaku pelecehan adalah laki-laki dan korbannya adalah perempuan. Tidak sedikit di antaranya, korban tidak hanya dilecehkan tetapi dibunuh secara tragis. Ada beragam ulasan yang diketengahkan atas kasus yang mendadak membati buta di media. Saya katakan demikian, karena senyatanya kasus ini bukan sesuatu

Evolusi Budaya sebagai Dampak Penggusuran

Jakarta tengah disorot. Salah satu isunya adalah keputusan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk menggusur masyarakat yang berada di lahan milik negara. Terkait hal itu, ada banyak pengamat yang tidak setuju. Alasannya, penggusuran membuat masyarakat dicerabut dari (akar) budayanya. Ketika mendengar silang pendapat tentang penggusuran, awalnya biasa saja. Misalnya, terkait istilah,