Teladan Sang Buddha, Bekal Hidup Berbangsa Menghadapi Tahun Politik

Perayaan Waisak di Candi Borobudur. (Foto: Nuril Huda)

Kata "Waisak" hampir pasti diartikan sebagai "tanggal merah." Lebih dari itu, diartikan sebagai Hari Raya Umat Buddha. Ada juga yang mengaitkan dengan "Candi Borobudur," "Patung Buddha," dan biksu atau biksuni. Pandangan seperti itu tidak bisa disalahkan, karena agama sangat dekat dengan simbol. Walau bukan penganut Buddha, tapi saya pikir Hari Raya

Menyapa-Mu dalam Puspa Pesona

Bunga anggrek bulan (phalaenopsis amabilis) yang bahasa Indonesia disebut Puspa Pesona mekar sempurna di depan rumah.

Hati gundah menantimu Musim telah berganti Asa rasanya ingin berlari Namun hati masih menyebut namamu   Hariku menjadi harimu Mengalirkan perhatian tanpa henti Supaya kasih memenuhi hatimu Memekarkan hasrat menolak mati   Harapan itu kini mekar mempesona Menyebarkan pesona Menyapa banyak persona Inilah dirimu, Sang Puspa Pesona   Melihat dirimu hari ini, sempurna mekar di Minggu yang syahdu Mengingatkan semua orang pada asal dari semua asa Selamat

Ramai Isu Sertifikasi Pemuka Agama, Bagaimana dengan Gereja Katolik?

Pasca teror bom di Surabaya, kita dihadapkan pada isu sertifikasi penceramah agama, pemuka agama, atau istilah lain sejenisnya. Tujuannya supaya tidak ada ajaran yang disampaikan kepada umat yang berunsur memecah belah persatuan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia. Isu tersebut membuat saya bertanya diri, apakah di agamaku ada sertifikasi seperti itu? Sertifikasi

Kedai Kopi Apek, Cerminan Budaya Indonesia yang Mengharamkan Terorisme

Jam masih menunjukkan pukul 6.30 pagi. Lalu lintas tampak masih lengang. Tapi suasana di Kedai Kopi Apek sudah cukup ramai. Di ruangan berukuran 5m x 4m itu sudah ada sekitar 13 orang. Menariknya, mereka tampak saling kenal. Tiap ada yang datang, ada orang di dalam yang menyambut. Saya pun tampak

Perceraian Bisa Rusak Panggilan Menjadi “Terang dan Garam Dunia”

Saat aktris, aktor, politisi, anak raja atau ratu, pokoknya orang terkenal (baca: tokoh publik) menjalin kasih sampai menikah maka tampak bagaimana gempitanya semesta. Mereka pun mempersiapkannya tidak main-main. Uang miliaran pun tidak ada artinya untuk menjadikan hari mereka bak Raja-Ratu sehari, atau paling tidak seminggu. Tapi tahukah kalian, di balik sorak-sorai

Biografi T Soedadi dan Tien Soedadi Bagian 2

Pengantar Tidak banyak orang memandang penting sebuah proses. Kita cenderung terkesima dengan hasil yang diterima orang lain. Atau bahkan menganggap wajar capaian orang lain, karena ia memang sudah ditakdirkan demikian. Namun kami menyadari, di balik sebuah prestasi selalu ada proses yang tidak banyak orang tahu. Ada pergulatan fisik, batin, bahkan sampai

Puisi: Bersyukur

Bersyukur Ayunan kaki mengebas debu Deru motor tak peduli jalur Gas mobil diinjak tanpa risau Bahkan napas pun tak disadar

Taunya hari akan berakhir Petasan menderu memekak telinga Langit menjadi benderang oleh sinar Klakson kendaraan pun menusuk telinga Saatnya diam, merenung dalam sunyi Dalam sujud, membiarkan Ia berkata lirih Menyadari segala yang Ia berikan sebagai anugerah Tanpa takut akan diambilNya kembali Sumeleh marang Gusti Aku ini

Review Infinix Zero 5: Hape Bokeh Yang Gak Bikin Bokek

Kesan apa yang didapatkan saat memegang Infinix Zero 5 dalam waktu kurang dari 1 menit? Pegangan smartphone yang solid, tampilan layar yang jernih, dan hasil foto yang bokeh mengesankan. “Wow, kayak hape mahal ya?” saya membantin. Kata “kayak” sangat penting, karena Infinix Zero 5 “hanya” berstatus sebagai smartphone entry level. Tapi

Biografi T. Soedadi dan Tien Soedadi Bagian 1

Tepat 28 November 2017, Tarcisius Soedadi dan Tien Soedadi merayakan Pesta Emas Perkawinan. Peristiwa yang bersejarah ini tidak mau lewat begitu saja. Selain dirayakan dalam sebuah Perayaan Ekaristi dan sedikit ramah tamah, pihak keluarga juga membuat buku biografi singkat untuk mereka. Pengalaman mereka yang panjang saat menjadi guru, kepala sekolah,

Apa yang Ditawarkan Jepang Juga Ada di Jakarta

Membicarakan Jepang sebagai sebuah negara maju sudah biasa. Menyebut Jepang sebagai negara yang memiliki alam yang indah juga sudah tidak lagi asing. Ada banyak orang Indonesia menuliskan hal itu setelah pulang berkunjung dari sana. Namun bagi saya, yang luar biasa itu adalah bagaimana sebuah negara maju tetapi bisa tetap melestarikan