2 Gedung Kesohor di Jakarta Terbakar, Bagaimana Standar Mutu Bangunannya?

Jakarta sempat sedikit dihebohkan oleh 2 kejadian kebakaran yang melanda 2 gedung terbilang beken pada hari Selasa, 5 Juni 2018. Pertama, Gedung Niaga JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat yang terbakar sekitar jam 17.10. Tidak lama setelah api padam, kembali terjadi kebakaran di lantai 10 Hotel Pullman yang terletak di Bundaran Hotel

Jembatan Holtekamp, Infrastruktur yang Membanggakan itu Ada di Papua

Di era saat ini, tidak boleh lagi ada yang berpikir bahwa Pemerintah Indonesia menganaktirikan wilayah timur dalam pembangunan. Jangan sampai ada negara tetangga yang masih punya anggapan bahwa Pulau Papua hanya diambil kekayaan alamnya tetapi masyarakatnya tidak diperhatikan. Tanah Papua sekarang sudah jauh lebih maju. Infrastruktur telah dibangun secara masif, menyeluruh

Cinta Ibu Frans Seda pada Pancasila melalui Wastra Indonesia

Banyak dari kita sepakat Pancasila adalah Dasar Negara Republik Indonesia yang sudah final. Banyak pula yang setuju Pancasila merupakan asas yang menyatukan beragam suku, bahasa, agama, budaya, bangsa, warna kulit dan sebagainya yang berbeda di dalam wadah Indonesia. Namun, kata "sepakat" dan "setuju" harus dimaknai secara pribadi. Kalau tidak, ada isu

“Enak Kalian Ada Go Food, Gak Seperti di Holland”

Kedatangan tamu kerap kami anggap sebagai berkah. Sebisa mungkin kami berikan yang terbaik. Apalagi kali ini, keluarga kami kedatangan tamu dari Negeri Belanda. Tante Grace kami memanggilnya, adik dari ibu mertua saya. Walau sudah puluhan tahun menjadi Warga Negara Belanda, tapi kecintaannya pada makanan Indonesia tidak pernah hilang. Selain suka makan,

Teladan Sang Buddha, Bekal Hidup Berbangsa Menghadapi Tahun Politik

Perayaan Waisak di Candi Borobudur. (Foto: Nuril Huda)

Kata "Waisak" hampir pasti diartikan sebagai "tanggal merah." Lebih dari itu, diartikan sebagai Hari Raya Umat Buddha. Ada juga yang mengaitkan dengan "Candi Borobudur," "Patung Buddha," dan biksu atau biksuni. Pandangan seperti itu tidak bisa disalahkan, karena agama sangat dekat dengan simbol. Walau bukan penganut Buddha, tapi saya pikir Hari Raya

Menyapa-Mu dalam Puspa Pesona

Bunga anggrek bulan (phalaenopsis amabilis) yang bahasa Indonesia disebut Puspa Pesona mekar sempurna di depan rumah.

Hati gundah menantimu Musim telah berganti Asa rasanya ingin berlari Namun hati masih menyebut namamu   Hariku menjadi harimu Mengalirkan perhatian tanpa henti Supaya kasih memenuhi hatimu Memekarkan hasrat menolak mati   Harapan itu kini mekar mempesona Menyebarkan pesona Menyapa banyak persona Inilah dirimu, Sang Puspa Pesona   Melihat dirimu hari ini, sempurna mekar di Minggu yang syahdu Mengingatkan semua orang pada asal dari semua asa Selamat

Ramai Isu Sertifikasi Pemuka Agama, Bagaimana dengan Gereja Katolik?

Pasca teror bom di Surabaya, kita dihadapkan pada isu sertifikasi penceramah agama, pemuka agama, atau istilah lain sejenisnya. Tujuannya supaya tidak ada ajaran yang disampaikan kepada umat yang berunsur memecah belah persatuan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia. Isu tersebut membuat saya bertanya diri, apakah di agamaku ada sertifikasi seperti itu? Sertifikasi

Kedai Kopi Apek, Cerminan Budaya Indonesia yang Mengharamkan Terorisme

Jam masih menunjukkan pukul 6.30 pagi. Lalu lintas tampak masih lengang. Tapi suasana di Kedai Kopi Apek sudah cukup ramai. Di ruangan berukuran 5m x 4m itu sudah ada sekitar 13 orang. Menariknya, mereka tampak saling kenal. Tiap ada yang datang, ada orang di dalam yang menyambut. Saya pun tampak

Perceraian Bisa Rusak Panggilan Menjadi “Terang dan Garam Dunia”

Saat aktris, aktor, politisi, anak raja atau ratu, pokoknya orang terkenal (baca: tokoh publik) menjalin kasih sampai menikah maka tampak bagaimana gempitanya semesta. Mereka pun mempersiapkannya tidak main-main. Uang miliaran pun tidak ada artinya untuk menjadikan hari mereka bak Raja-Ratu sehari, atau paling tidak seminggu. Tapi tahukah kalian, di balik sorak-sorai

Biografi T Soedadi dan Tien Soedadi Bagian 2

Pengantar Tidak banyak orang memandang penting sebuah proses. Kita cenderung terkesima dengan hasil yang diterima orang lain. Atau bahkan menganggap wajar capaian orang lain, karena ia memang sudah ditakdirkan demikian. Namun kami menyadari, di balik sebuah prestasi selalu ada proses yang tidak banyak orang tahu. Ada pergulatan fisik, batin, bahkan sampai