AMD Akui Kalah dari Intel, Tapi?

Facebooktwitteryoutubeinstagramby feather

Di kalangan gamer dan pekerja kreatif, secara umum AMD dianggap tenggelam di bawah bayang-bayang Intel untuk CPU atau prosesor. Bahkan untuk dunia GPU terkadang konsumen masih memandang Nvidia. Ternyata kondisi ini disadari dan diakui oleh AMD sendiri.

Ryan Sim, AMD Director Sales & Marketing ASEAN, tak menampik hal itu. Namun demikian, kondisi tersebut sudah berbanding terbalik. Ia mengklaim, AMD sudah meninggalkan jauh Intel. Bahkan dikatakannya, persaingan di antara mereka sudah berakhir. Hal itu didasarkan pada AMD Ryzen 3000 Series yang diluncurkan resmi 7 Juli 2019, telah menguasai negara Asia dan Eropa.

Suasana peluncuran AMD Ryzen 3000 dan Radeon RX 5700 yang bertajuk AMD Party di The Pallas, Fairground, SCBD, Jakarta 30 Juli 2019. | Foto: UnitedComm

“Ya, data hasil riset dari Jepang dan beberapa negara lain memang melaporkan penjualan AMD Ryzen 3000 Series sangat bagus bahkan mengalahkan kompetitor. Hal ini tidak mengejutkan karena kali ini AMD memang unggul dibandingkan kompetitor,” tutur Ryan dalam acara AMD Party di The Pallas, Fairground, SCBD, Jakarta 30 Juli 2019.

Mungkin itulah mengapa konsep acara peluncuran prosesor Ryzen 3000 termasuk seri APU dan dua kartu grafis AMD Radeon RX 5700 Series untuk pasar Indonesia mengusung konsep party. Bahkan acaranya pun di restoran dan clubbing. Tidak hanya sekadar ingin me-launching produk baru dengan banyak doorprize, tetapi kiranya AMD ingin merayakan kemenangan mereka dari para pesaing.

Menurut Ryan, keberhasilan AMD tidak terlepas dari value yang ditawarkan. Dengan harga yang tergolong kompetitif atau sangat bersahabat bagi sebagian besar konsumen dan performa yang bisa lebih baik maka tidak heran kini banyak konsumen yang melihat AMD sebagai pilihan utama.

Ryan Sim, AMD ASEAN Director Sales and Marketing | Foto: UnitedComm

Baca Juga: Hadiah E-Sports Sudah Kalahkan NBA, Tinggal Bagaimana Edukasi Ke Orang Tua Dan Sekolah

Baca Juga: Kolaborasi HP Dan AMD Lahirkan Laptop Tangguh Dan Ramah Kantong Untuk Fotografer Dkk

Baca Juga: Walau Diminati Negara Lain, Qlue Fokus Jadikan Indonesia Sebagai Smart Nation

Di seri AMD Ryzen 3000 Series, Ryan melanjutkan, diproduksi dengan teknologi proses TSMC 7 nm FinFET antara lain adalah Ryzen 5 3600 (6 core/12 thread), Ryzen 5 3600X (6 core/12 thread), Ryzen 7 3700X (8core/16 thread), Ryzen 7 3800X (8 core/16 thread), Ryzen 9 3900X (12 core/24 thread), dan Ryzen 9 3950X (16 core/32 thread).

Tidak ketinggalan dipamerkan juga jajaran motherboard chipset X570 dari beberapa vendor yang mendukung fitur terbaru AMD Ryzen 3000 Series. 

Di jajaran produk prosesor jenis APU yang langsung hadir dengan GPU terintegrasi Radeon Graphics Vega yakni AMD Ryzen 3 3200G dan Ryzen 5 3400G. Prosesor AMD APU memiliki potensi pasar yang luas, seperti menyasar pengguna All-in-One PC di kantor, pengguna PC yang belum membutuhkan graphics card khusus (discrete graphics), hingga para gamer e-sports entry level.

Stevenus Soeyanto, AMD Indonesia National Sales Manager | Foto: UnitedComm

“Pasar untuk prosesor jenis APU masih luas. Konsumen pengguna AIO PC di kantor maupun lainnya yang ingin memiliki PC tanpa harus membeli kartu grafis melihat ini sebagai jawaban. Bagi gamer yang ingin mencicipi game esports juga masih memiliki produk ini sebagai pilihan PC gaming entry level,” ujar Ryan.
 
Bicara kartu grafis, AMD telah memperkenalkan AMD Radeon RX 5700 dan RX 5700 XT. Keduanya menjadi andalan AMD untuk menghadang dan menyalip NVIDIA GeForce RTX 2060 dan RTX 2070.

Berikut adalah bandrol lengkap produk terbaru AMD ini:

Facebooktwitterby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.
http://www.fransalchemist.com

Leave a Reply