Walau Diminati Negara Lain, Qlue Fokus Jadikan Indonesia sebagai Smart Nation

Facebooktwitteryoutubeinstagramby feather

Penyedia ekosistem smart city Qlue sudah mulai dipakai di luar negeri, tetapi memilih untuk fokus memperbaiki Indonesia.

“Sebenarnya kita sudah terpancing untuk mau keluar (negeri), cuman kita ingin ngebenerin di dalam negeri dulu. Karena itu, fokus kita masih di Indonesia,” kata Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya, dalam satu kesempatan di Jakarta yang dihadiri penulis, 14 Mei 2019.

Menurut Rama, Qlue yang lahir tahun 2014 sudah hadir di Malaysia sebagai solusi di salah satu mall, real estate, dan pabrik. Ada juga di Thailand, juga Myanmar. “Kalau di luar negeri itu sudah ada beberapa partner, tetapi itu bukan kantor kita sendiri, tetapi partner yang njualin produknya kita. Dalam waktu dekatlah kita akan ke sana. Namun demikian, fokus kita saat ini adalah ingin membuat Indonesia menjadi lebih baik.”

Suasana acara buka puasa bersama Qlue di mana perusahaan teknologi dan ekosistem smart city di Indonesia itu mengumumkan telah bergabung dalam NVIDIA Inception Program.

Dunia mengenal Qlue merupakan konsekuensi logis dari beberapa penghargaan internasional yang telah diterima. Di antaranya Finalis Startup World Cup; Pendukung SDGs No.16 oleh JCIM; pemenang Global Smart City Contest oleh World Smart City Organization di London, Inggris; Dan menjadi Best Mobile Goverment Service di kategori Public Empowerment dalam gelaran The 7th World Government Summit 2019. “Cukup surprise juga dengan teknologi atau ekosistem yang kita miliki sehingga mereka ingin Qlue juga di-adopt di negara mereka,” tutur Rama.

Baca Juga: Hoaks Makin Marak Jelang Pemilu, Ini Yang Harus Kita Lakukan

Namun demikian, Qlue memilih fokus untuk mewujudkan Indonesia sebagai smart nation melalui implementasi smart city di sebanyak kota dan institusi pemerintah dan swasta di Indonesia. Untuk itu, Qlue telah mengambil langkah besar dan strategis dengan berkolaborasi bersama Nvidia Inception Program. Sebuah program akselerator untuk perusahaan rintisan teknologi artificial intelligence dan deep learning

Di tengah acara Qlue memamerkan teknologi pengenal wajah (facial recognition) kepada awak media dan blogger.

“Dengan adanya dukungan NVIDIA, diharapkan akan mengoptimalkan teknologi Qlue yang telah ada sebagai bagian dari solusi smart city. Program ini akan membuka akses ke ahli-ahli deep learning, dukungan GPU dan software NVIDIA, memberikan pelatihan dari NVIDIA Deep Learning Institute, dan dukungan dari sisi marketing yang akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk lebih mengembangkan Qlue,” lanjut Rama.

Kerja sama ini memungkinkan Qlue mendapatkan pelatihan, program hibah untuk perangkat keras, serta dukungan pemasaran. Produk berbasis AI dan deep learning yang telah dimiliki Qlue akan semakin diperkaya demi solusi-solusi video konten analisis (video content analytics) melalui CCTV atau kamera dari berbagai devices.

Beberapa di antaranya adalah teknologi pengenal wajah (facial recognition), penghitung kendaraan (vehicle counting), deteksi parkir liar (illegal parking detection), penghitung orang yang melintas (people counting), dan pengenal pelat nomor kendaraan (license plat recognition). Seluruh solusi ini masuk ke dalam produk dinamai Qlue Vision. 

Seusai jumpa wartawan dan blogger, tampak berfoto bersama dari kanan Rama Raditya (Founder & CEO Qlue), Maya Arvini (CCO Qlue), Andre Hutagalung (Co-Founder & CTO Qlue), dan Surya Darmadi (COO Qlue).

Dengan Qlue Vision, petugas lalu lintas bisa lebih mudah bekerja karena sudah mengetahui dengan cepat jika ada kepadatan di beberapa titik sekaligus sehingga dapat mengambil tindakan. Teknologi ini juga memungkinkan untuk menangkan penjahat dengan cerdas, karena mampu mengidentifikasi wajah, plat kendaraan, maupun kendaraan yang digunakan pelaku. Ada banyak pengaplikasian yang tampaknya hanya ada di film, seperti teknologi The God’s Eye dalam Fast and Furious 7, ternyata sebagiannya sudah menjadi nyata dalam Qlue Vision.

Video Liputan Buka Puasa Bersama Qlue di Senyum Indonesia Jakarta, 9 Mei 2019
Facebooktwitterby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.
http://www.fransalchemist.com

Leave a Reply