Qlue Membuat Gotong Royong Relevan di Tengah Ekonomi Digital

Facebooktwitteryoutubeinstagramby feather

Negara kita dilandaskan pada Pancasila yang mendapatkan rohnya dalam gotong royong. Cita-cita bangsa yang tertuang dalam 5 sila, dicapai dengan semangat gotong royong. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia pun ditopang semangat gotong royong dalam kerja keras bersama, antara pemerintah, lembaga legeslatif, yudikatif, dunia usaha sampai masyarakat luas. Tapi pertanyaannya, apakah di dunia serba digital seperti saat ini, gotong royong masih relevan?

Menurut Pendiri dan CEO Qlue Rama Raditya, gotong royong menjadi senjata rahasia bagi Indonesia di tengah persaingan teknologi informasi dan ekonomi dunia. Contoh konkretnya saat aplikasi smart city Qlue mendapat penghargaan Best Mobile Goverment Service di kategori Public Empowerment dalam gelaran The 7th World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada 10-12 Februari 2019.

Deklarasi Smart Citizen dari para pemuda yang mewakili 34 provinsi Indonesia

Qlue dinilai mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membantu pemerintah untuk memperbaiki lingkungan sekitarnya. Aplikasi Qlue Smart City merupakan platform berbasis media sosial yang digunakan warga Jakarta untuk menyalurkan pengaduan layanan publik. “Mengapa Qlue bisa menang? Ternyata, partisipasi publik dalam membangun sebuah kota yang cerdas adalah hal langka terjadi di dunia. Teknologinya memang ada di negara-negara lain, tetapi bagaimana masyarakat terlibat itu jarang terjadi,” ungkap Rama dalam acara Smart Citizen Day (SCD) di Jakarta, 28 Maret 2019.

Baca Juga: Di Tengah Debat “Unicorn,” Ada Start Up Lokal Raih Penghargaan Internasional

Itulah salah satu alasan mengapa Qlue mengadakan SCD ini, yakni sebuah gerakan yang mendorong semangat gotong royong untuk meningkatkan partisipasi publik, pemerintah, dan swasta dalam membangun smart city di Indonesia. Tekad ini ditandai dengan deklarasi dari 34 pemuda perwakilan dari setiap provinsi. Gerakan ini akan menjadi katalis Smart Citizen Day di Indonesia.

“Harapannya dengan adanya event ini kita akan menambah agen perubahan. Mereka perwakilan dari 34 provinsi diharapkan akan terinspirasi dan menjadi agen perubahan bagi wilayah mereka masing-masing. Dari Qlue, harapannya agar secepatnya warga Indonesia aktif melaporkan segala keluhannya ke pemerintah dan pemerintah juga akan secara aktif merespons. Tidak akan ada smart city kalau tidak ada smart citizen-nya,” tukasnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menjadi pembicara kunci di Smart Citizen Day 2019 di Jakarta, 28 Maret 2019

Menurut Rama, dalam smart city, ada beberapa indikator yaitu smart economy yang mengusung cashless society, smart mobility yang mengintegrasikan transportasi, dan smart city facial recognition. Semua itu memiliki benang merah yang sama, yakni keterlibatan masyarakat. “Warga yang cerdas dalam menggunakan fasilitas publik yang disediakan, warga yang cerdas membagikan konten positif (bukan hoaks).”

Konsep yang diusung Qlue mendapat perhatian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang hadir di acara tersebut. Menurutnya, budaya gotong royong yang menjadi khas Indonesia, turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi digital dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Founder dan CEO Qlue mensharingkan pengalamannya bagaimana dalam membangun Qlue dari awal di sesi diskusi panel

Smart City merupakan makna gotong royong sesungguhnya dengan penerapan teknologi digital yang dimanfaatkan secara maksimal. “Dengan terus meningkatnya penetrasi internet di Indonesia, serta meningkatnya jumlah smart city, pemerintah menargetkan bisa tercipta seribu digital startup dengan valuasi bisnis sebesar USD10 miliar dengan pertumbuhan e-commerce mencapai 50 persen per tahun 2020,” kata Darmin.
 
Apa yang ditawarkan Qlue dalam smart city, ia melanjutkan, mempertemukan nilai gotong royong dengan teknologi digital. Keduanya memiliki hubungan yang kita sebut sebagai public goods. Persoalan public goods yang ia maksud, misalnya cara mengatasi kemacetan lalu lintas, sampah, jalan rusak, dan lain sebagainya. Dengan menerapkan smart city, ragam persoalan itu dilaporkan kepada pemerintah melalui teknologi (aplikasi Qlue), lalu pemerintah dengan cepat menyelesaikannya di lapangan. Di sinilah wujud nyata nilai gotong royong dalam konteks kekinian.

Para pembicara dalam sesi pertama seminar menerima cinderamata. Mereka adalah, mulai dari kiri kedua Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Bencana BNPN;
Leontinus Alpha Edison, Co-Founder Tokopedia; Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika; Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue; Harun Hajadi, Chairman & BoD Endeavor Indonesia.

Senada dengan Darmin, di kesempatan yang sama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sepakat kalau aplikasi seperti Qlue ini menjadi bentuk nyata gotong royong dalam literasi digital. Inilah implementasi murni gotong royong karena melibatkan berbagai elemen warga, pemerintah daerah dan pusat guna mempercepat Gerakan 100 Smart City dengan mengembangkan aplikasi yang bisa menjadi kontrol kinerja pemerintah. Melaporkan keluhan disampaikan ke pemerintah lalu ada tindakan penyelesaiannya.

Dalam konteks ekonomi, perusahaan berbasis teknologi justru menerapkan gotong royong. Mereka menyebutnya share economy. Unicorn itu share economy, karena di dalamnya terdapat ribuan orang terlibat. Gojek, Tokopedia, airbnb, Airy Room, termasuk Qlue adalah perusahaan teknologi yang berjalan karena prinsip gotong royong. “Sekarang coba bayangkan, apakah Qlue bisa jalan kalau tidak ada masyarakat? Apakah bisa jalan kalau kita tidak punya hape? Menurutnya, inilah gotong royong. Inilah pengejawantahan nilai-nilai Pancasila dalam konteks digital,” ungkap Rudiantara.

Untuk memacu semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia Smart Nation, maka dalam SCD ini menghadirkan 20 pembicara kunci terkait teknologi digital. Mereka memberikan inspirasi bagaimana membuat perubahan positif, inovatif dan kreasi bisnis di era digital, hingga mewujudkan smart business di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Bencana BNPN; Budi Gunadi Sadikin, CEO Inalum; Leontinus Alpha Edison, Co-Founder Tokopedia; Adi Taslim, CEO Kaskus; Hugo Diba, CEO Kumparan; dan masih banyak lagi.

Melalui SCD 2019 yang dihadiri sedikitnya 1.500 smart citizen ini, Qlue ingin memperkenalkan berbagai pemanfaatan solusi teknologi smart city berbasis Artificial Intelligent (AI), Internet of Things (IoT), serta integrasi data untuk menangani permasalahan kota, instansi, dan perusahaan multi industri yang dapat diaplikasikan untuk proses pengambilan keputusan. Untuk itu, Qlue siap mendukung program 100 smart city Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Qlue Yang Ditinggal Oleh Jakarta, Kini Dapat Kucuran Dana Dan Dipakai Instansi Lain

SCD yang digagas Qlue bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika itu, mendapat dukungan Presiden Joko Widodo. Walau tidak datang, Presiden menyampaikan dukungannya melalui tampilan hologram dan video. “Selamat atas deklarasi smart citizen, gerakan anak muda untuk berpartisipasi dalam mendukung smart city dan mewujudkan pemerintahan yang responsif. Saya berharap gerakan yang diinisiasi oleh Qlue ini menciptakan smart city dan mempercepat terwujudnya Indonesia Smart Nation,” harap Jokowi.

Sebagai informasi, Qlue adalah penyedia solusi berbasis teknologi. Dimulai dari Jakarta pada 2016 silam, Qlue terkenal sebagai platform untuk melaporkan kinerja pemerintah kepada masyarakat di masing-masing wilayah terkait banyak hal semisal infrastruktur, layanan publik, dan sebagainya. Qlue menerapkan konsep-konsep smart city di Indonesia bermitra dengan banyak pihak seperti institusi pemerintah dan swasta.

Facebooktwitterby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.
http://www.fransalchemist.com

Leave a Reply