Review Infinix Zero 5: Hape Bokeh Yang Gak Bikin Bokek

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Kesan apa yang didapatkan saat memegang Infinix Zero 5 dalam waktu kurang dari 1 menit? Pegangan smartphone yang solid, tampilan layar yang jernih, dan hasil foto yang bokeh mengesankan. “Wow, kayak hape mahal ya?” saya membantin.

Kata “kayak” sangat penting, karena Infinix Zero 5 “hanya” berstatus sebagai smartphone entry level. Tapi kesan yang didapat memang benar-benar di luar ekspektasi. Beruntung saya mendapat kesempatan, dari sedikit orang, untuk menjajal produk dari Infinix Mobility tersebut sebelum diluncurkan resmi.

Seperti yang telah disinggung, bodi smartphone ini solid, kokoh, dan mantap saat dipegang. Hal tersebut karena bagian belakangnya terbuat dari metal. Berbeda dengan pendahulunya seperti Note 4 dan Hot 4 Pro. Kalau mau dibandingkan, Zero 5 ini tampak seperti Nexus 6P dan Huawei P10.

Di bodi belakang ada sepasang lensa dan lampu flash di bagian atas. Sedangkan di tengah ada lingkaran pemindai sidik jari. Bodi metal yang kokoh ini semakin tampak mewah dengan tampilah guratan pola 3D di area atas, tepatnya di deret lensa dan flash.

Sentuhan yang terbilang detail juga ada di tombol power dan volume. Ketika merabanya, ada kesan kokoh dan memiliki grip yang berpola. Sehingga, memudahkan bagi kita untuk mengoperasikannya. Saat tombol power disentuh, maka layar smartphone akan berpendar. Di sinilah kesan kedua yang saya katakan tadi sebagai smartphone dengan tampilan layar yang jernih.

Mata dibuat terbelalak dengan pancaran warna yang disajikan dari beragam gambar wallpaper. Setiap kali kita mengaktifkan tombol power, wallpaper akan berganti. Dan mata kita pun berulang kali akan dimanjakan. Apalagi, layarnya tergolong besar. Bagi yang suka dengan smartphone berlayar lebar, maka Zero 5 patut diperhitungkan. Kombinasi warna yang cerah dengan layar full HD berukuran 5,98 inchi (1080×1920) dengan sudut melengkung 2,5D maka kembali kesan “mewah” itu kembali mengafirmasi.

Sebelum smartphone ini muncul, sempat beredar kabar Zero 5 akan mengikuti tren desain smarphone lengkung dan tanpa bezel. Namun pada kenyataannya, walau sedikit melengkung tapi layar Zero 5 masih memiliki bezel, yang oleh sebagian orang menyebutnya model sandwich. Sebenarnya bezel bukanlah hal haram untuk desain kekinian.

Bezel yang adalah bagian frame luar layar memang menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi pengembang produk dan desainer dalam membuat sebuah smartphone. Desain terkini cenderung menghilangkan bezel untuk memperluas layar. Pada kenyataannya, bezel justru berfungsi untuk memperkuat struktur smartphone sehingga mengurangi dampak guncangan. Kalau layar ditempelkan langsung ke sisi-sisi, permukaan layarnya lebih mudah pecah atau retak kalau terkena guncangan. Ditambah lagi, layar Zero 5 sudah dilengkapi Corning Gorilla Glass 3.

Di bagian bawah smarphone terdapat port USB Type-C, kisi-kisi speaker tunggal di sebelah kirinya dan jack headphone 3.5mm di sebelah kanannya. Di samping juga terdapat slot dual-SIM. Speaker tunggal bisa terdengar keras pada volume maksimal namun untuk kualitas kejernihannya memang bukan sesuatu yang sangat unggul. Namun tetap enak didengar saat kita memutar lagu kesukaan.

Lebih lanjut, kesan ketiga yang paling menonjol ada di sisi foto. Bagi kebanyakan orang, fotografi menjadi sebuah kebutuhan aktulisasi diri. Selfie maupun wifie menjadi candu dalam membagikan kepada khalayak apa yang sedang dilakukan, utamanya sesuatu yang membanggakan. Infinix sadar akan hal itu, maka ia pun mengikuti tren fotografi dual camera yang tengah menjadi tren di lini smartphone. Uniknya, kamera yang ditanamkan tidak hanya mengedepankan efek bokeh tetapi juga zooming yang cukup spektakuler.

Saya mengatakannya karena sudah menguji sendiri kualitas dual camera dengan resolusi 12MP dan 13MP dengan optical zoom. Efek bokeh yang dihasilkan tidak kalah dengan kamera profesional. Jika smartphone ini dipegang oleh wartawan, maka sangat membantu dalam melengkapi tulisan yang dibuatnya dan dengan cepat dikirim ke redaksi atau langsung ditayangkan di website. Jika dipegang oleh penggila selfie, maka tidak perlu waktu lama baginya untuk memamerkannya kepada warganet.

Pada kesempatan yang sama, saya juga mencoba memfoto di outdoor, indoor malam hari di bawah cahaya lampu, zooming dan selfie. Singkat kata, foto yang dihasilkan sangat memuaskan dengan resolusi yang cukup tinggi. Jika, smartphone entry level mampu memberikan kualitas foto sebagus ini, maka ini harus menjadi kajian bagi smartphone premium untuk tidak sampai ada kesan “Kok bedanya titip2 aja.”

Dari sisi jeroan, Infinix Zero 5 didukung oleh prosesor 2.6GHz octa-core MediaTek P25 MT6757 ditambah dengan RAM 6GB. Perangkat ini ditawarkan dengan penyimpanan 64GB dengan kapasitas yang masih kosong sekitar 53GB. Cukup lumayan kan? Kabarnya, kakak Zero 5 yakni Zero 5 Pro dilengkapi dengan penyimpanan mencapai 128GB. Dengan senjata mesin seperti ini, saya bisa memainkan C.A.T.S, Clash Royale dan FIFA 18 dengan cukup lancar. Dengan segala keunggulannya ini, tentu memerlukan sumber energi yang banyak. Untuk hal ini, Infinix telah membekali Zero 5 dengan baterai berkapasitas 4.350mAh.

Terakhir, Infinix Zero 5 berjalan di sistem operasi XOS 3.0 Hummingbird khas Infinix dan sudah mendapat Android 7.0 Nougat. Selain itu, perangkat ini hadir dengan beberapa aplikasi bawaan seperti Facebook dan WhatsApp. XOS juga mengemas beberapa fitur privasi yang memungkinkan kita melindungi aplikasi dengan password dan menghapus data dari smartphone kita dari jarak jauh. Ada juga aplikasi khas lain yakni Freezer, yang pada dasarnya melarang aplikasi yang tidak ingin kita gunakan tanpa harus menghapusnya.

Secara umum, Infinix Zero 5 cukup memuaskan. Karena belum diluncurkan, smartphone terbaru ini layak untuk dinantikan kehadirannya. Bagi yang penasaran, sepertinya tidak memerlukan waktu lama karena sudah muncul di Lazada dengan harga Rp 3.499.000 dengan status “Segera Hadir.” Ada 3 pilihan warna yang akan menggoda mata kita: Champagne Gold, Bordeaux Red, dan Sandstone Black.

infinix zero 5 (1)
Hasil Foto outdoor otomatis

 

Foto Indoor otomatis di malam hari dengan pencahayaan lampu
Foto Indoor otomatis di malam hari dengan pencahayaan lampu

 

Hasil zooming maksimal
Hasil zooming maksimal

 

Hasil foto bokeh dari jarak dekat dengan minim cahaya
Hasil foto bokeh dari jarak dekat dengan minim cahaya

 

Hasil foto bokeh dari jarak jauh dengan cahaya lebih baik
Hasil foto bokeh dari jarak jauh dengan cahaya lebih baik

 

Unboxing 1
Unboxing 1

 

Unboxing 2
Unboxing 2

 

 

Facebooktwittergoogle_plusby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.

Leave a Reply