Biografi T. Soedadi dan Tien Soedadi Bagian 1

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Tepat 28 November 2017, Tarcisius Soedadi dan Tien Soedadi merayakan Pesta Emas Perkawinan. Peristiwa yang bersejarah ini tidak mau lewat begitu saja. Selain dirayakan dalam sebuah Perayaan Ekaristi dan sedikit ramah tamah, pihak keluarga juga membuat buku biografi singkat untuk mereka. Pengalaman mereka yang panjang saat menjadi guru, kepala sekolah, pendiri dan pengurus koperasi, serta pelayanan dalam Gereja menjadi roh utama dalam buku ini.

Pada kesempatan ini, saya akan tampilkan tulisan-tulisan dalam buku tersebut di dalam blog ini. Pertama sebagai sarana untuk menyebarkan inspirasi bagi siapa saja, apalagi bagi mereka yang tidak sempat untuk datang di perayaan pada Sabtu 2 Desember 2017. Kedua, untuk porto folio saya yang dipercaya menyusun buku berjudul “Maju Bersama dalam Harapan dan Kasih” ini.

Untuk bagian pertama, mari kita baca sambutan dari Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ yang menjadi konselebran utama dalam Ekaristi Pesta Emas Perkawinan Soedadi dan Tien Soedadi. Sambutan ini diberi judul, “Semoga Menjadi Oasis atau Mata Air Segar Bagi Banyak Orang”

Suatu kesempatan yang menggembirakan bahwa saya berkesempatan menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Tarcisius Soedadi dan Ibu Tien yang merayakan 50 tahun perkawinan suci.

Lima puluh tahun merupakan waktu yang cukup panjang untuk mengarungi hidup bersama sebagai suami istri yang diutus Tuhan untuk membangun kesetiaan dan menciptakan komunitas keluarga penuh kasih yang memungkinkan putra-putri tumbuh menjadi manusia yang dewasa.

Saya berterima kasih kepada yubilaris karena Bapak dan Ibu Soedadi telah berperan banyak untuk ikut memajukan dan merintis pendidikan di sekolahsekolah kita di Keuskupan Agung Palembang, baik sebagai pendidik atau guru, juga sebagai kepala sekolah maupun berperan di tengah umat sebagai pengurus Dewan Pastoral Paroki. Bapak dan Ibu Tarcisius Soedadi sangat setia dalam tugas mereka.

Ibu Tien Soedadi juga, kecuali sebagai pendidik, pernah cukup lama membantu Keuskupan sebagai Ketua Komisi Kerawam, Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia dan aktif dalam gerakan Karismatik. Bahkan saat ini, Ibu Tien tekun mendoakan dan membimbing siapapun yang datang untuk mencari jalan yang benar dalam kehidupan.

Pantas dicatat juga bahwa Pak Soedadi sangat aktif dan ikut merintis Credit Union (CU) dan Koperasi di mana-mana. Ini menunjukkan betapa Pak Soedadi memiliki kepedulian besar untuk ikut memperhatikan kesejahteraan rakyat banyak, membangun solidaritas di tengah tantangan hidup masyarakat yang semakin sulit.

Bapak dan Ibu T. Soedadi, terima kasih atas kesetiaan dan iman selama 50 tahun sebagai suami istri bersama anak-anak yang baik. Dan terima kasih untuk pelayanan yang mengalir dari kasih, kesetiaan dan kepedulian Bapak dan Ibu dalam berbagai karya dan pelayanan pastoral di tengah gereja dan masyarakat. Semoga berbahagia telah berhasil membangun keluarga sebagai sekolah kasih dan kesucian.

Bapak dan Ibu Soedadi telah menjadi berkat dan teladan bagi keluarga-keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga yang menghidupi Kesucian Sakramen Perkawinan.

Tuhan pasti memberkati dan melindungi serta menyertai Bapak dan Ibu Soedadi dengan kekuatanNya.

 

Palembang, 1 November 2017

Mgr. Aloysius Sudarso SCJ Uskup Keuskupan Agung Palembang

 

cover buku

Facebooktwittergoogle_plusby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.

Leave a Reply