Ini Rahasia Mengapa Ponsel Tiongkok Bisa Kuasai 40% Pasar Afrika

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Banyak di antara kita mungkin tidak familiar mendengar produsen telepon pintar Transsion. Bahkan bagi penduduk Tiongkok sendiri, mungkin nama Transsion yang berbasis di Shenzhen itu tidak sepopuler Xiaomi, Oppo, Vivo, Samsung atau bahkan Apple. Namun, Transsion memiliki jutaan pengguna di Afrika dan menjadikannya salah satu yang paling sukses di benua ini.

“Transsion di Afrika seperti yang dimiliki Nokia di China bertahun-tahun yang lalu. Banyak orang menyukai ponsel lain,” kata Arif Chowdhury, Wakil Presiden Transsion Holdings sebagaimana diberitakan China Daily beberapa waktu lalu.

Chowdhury mengklaim bahwa perusahaannya memiliki lebih dari 100 juta pengguna di Afrika. Pabrik yang berdiri sejak 2006 itu mampu memproduksi total 300.000 telepon per harinya. Pada tahun 2016, Transsion memproduksi 79,91 juta ponsel, atau sekitar 80 kali dari jumlah produksi sepuluh tahun yang lalu.

Menurut perusahaan konsultan teknologi Counterpoint Technology Market Research, pangsa pasar Transsion pada 2016 sekitar 40 persen di Afrika, mengalahkan pesaing yang lebih besar seperti Samsung dan Huawei.

Apa yang menjadi kunci Transsion yang memiliki jaringan penjualan global di 58 negara itu mampu mengusai pasar Afrika? “Agar perusahaan berhasil, kita perlu mencari tahu apa sebenarnya yang diinginkan orang. Pengguna di sini (Afrika) menyukai selfies, beberapa slot kartu telepon, memungkinkan bahasa lokal, fungsi musik stabil dan kapasitas baterai yang lebih tahan lama,” ungkap Chowdhury.

Untuk itu, ia melanjutkan, perusahaan menyediakan 200 teknisi yang direkrut khusus untuk memperbaiki fungsi kamera dan mengkalibrasi pencahayaan agar sesuai dengan warna kulit orang Arfrika yang mayoritas lebih gelap. Selain itu, di setiap produk kami lengkapi slot kartu lebih dari satu, ada yang dual-card, triple card, bahkan ada yang memiliki four-card. “Alasannya, di Afrika ada banyak operator telepon, dan biaya dial antar operator cukup mahal,” tutur Chowdhury.

Sekadar informasi, Transsion Holdings adalah perusahaan global yang didedikasikan untuk menyediakan produk komunikasi bergerak dan layanan internet bergerak untuk konsumen di sebagian besar pasar negara berkembang.

Ada 4 merk telepon pintar yang diproduksi oleh Transsion, yakni Tecno, Itel, Infinix dan Spice. Dari keempatnya, Infinix adalah merk yang cukup familiar di Indonesia.

Infinix telah hadir di Indonesia sejak 2015. Kita tunggu apakah Infinix di Indonesia bisa sesukses kehadirannya di Afrika? Pasar yang akan menjawabnya.

 

 

Facebooktwittergoogle_plusby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.

Leave a Reply