Peresmian PLBN Aruk: Presiden Pinta PLBN Jadi Sarana Peningkatan Ekonomi dan Persatuan Bangsa

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Presiden Joko Widodo mengharapkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kalimantan Barat memberikan manfaat pada pertumbuhan ekonomi dan menjadi sarana untuk memperkuat persatuan bangsa dan negara. Apalagi, 3 PLBN di Kalbar sudah selesai dan telah diresmikan. “Sebanyak tiga PLBN sudah dibangun dengan megah dan semuanya ada di Kalimantan Barat,” kata Presiden saat meresmikan PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, Kalbar, Jumat 17 Maret 2017.

Kemarin Presiden meresmikan PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu dan PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau pada Desember 2016. “Menurut saya, dari seluruh PLBN yang sudah saya kunjungi, PLBN Aruk ini yang terbaik dari sisi desain.”

Presiden berharap, PLBN tidak hanya dibangun hanya sebatas untuk keperluan imigrasi atau bea cukai. PLBN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, setelah ini akan dibangun infrastruktur penunjang seperti pasar dan perumahan sehingga gerak ekonomi dapat berjalan. Apalagi, Kalimantan Barat menjadi daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik. “Saya bangga karena di Kalimantan Barat pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional yaitu 5,22 persen, ini tinggi. Tapi harus dipertahankan oleh seluruh masyarakat,” ujar Presiden.

PLBN ARUK (3)

Selain itu, ia melanjutkan, masyarakat perbatasan dituntut untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meskipun terdiri dari berbagai suku bangsa. “Negara ini dianugerahi oleh Tuhan keanekaragaman suku bahasa lokal, ada 1.100 bahasa yang berbeda-beda semua. Kita suka membedakan orang, padahal semua kita adalah saudara sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia, jangan dipilah-pilah, sama semuanya,” pesan Presiden.

Keanekaragaman itu bila didukung dengan persatuan maka akan menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. “Beranekaragam itu anugerah untuk kita, oleh sebab itu saya mau ajak semua yang hadir di sini kembali lagi kita memahami secara utuh Pancasila, kebhinekaan kita, sehingga kalau kita satu Negara Kesatuan Republik Indonesia, satu semuanya, rukun semuanya, bersatu semuanya sudah jadi kekuatan besar bangsa kita,” tutur Presiden.

PLBN ARUK (2)

PLBN Aruk yang diresmikan merupakan pembangunan tahap I yakni zona inti PLBN, berada diatas lahan seluas 9,1 Ha dengan total luas bangunan 7.619 m2 dan biaya sebesar Rp 131 miliar.

Turut hadir dalam peresmian yakni Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH, dan Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo.

PLBN ARUK (1)

Foto: Kementerian PUPR

Facebooktwittergoogle_plusby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.

Leave a Reply