Ditjen Bina Marga Targetkan Kontrak Paket 10 T Dilakukan Januari 2017

Facebooktwitteryoutubeinstagramby feather

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil langkah strategis menjelang akhir tahun 2016. Seluruh Besar/ Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN/BPJN) dikumpulkan untuk mengadakan evaluasi tahun 2016, mematangkan pelaksanaan lelang dini untuk Tahun Anggaran 2017, dan membahas persiapan program 2018.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, dalam acara bertajuk Rapat Koordinasi tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan langkah. Apa yang menjadi langkah kementerian dapat diimplementasikan secara tepat di tataran pelaksanaan. Sebagai salah satu contoh, saat ini Menteri PUPR menghendaki seluruh balai dapat menangani 5.000 jembatan kritis di seluruh Indonesia. “Juga diharapkan para pekerja di lapangan harus memahami manajemen risiko jembatan,” tutur Arie dalam sambutan dalam acara yang berlangsung di Medan, 22-23 November 2016.

Lebih lanjut, dalam Rakor yang juga dihadiri Kepala BBPJN VI Bambang Setiadi itu, Arie membeberkan pelaksanaan lelang dini di lingkungan Ditjen Bina Marga. Ia menargetkan paket pekerjaan senilai Rp10 triliun dari lelang sejak Oktober 2016, sudah terkontrak pada awal Januari 2017.

Rinciannya, Arie melanjutkan, pada Oktober 2016 ada 205 paket yang telah dilelangkan dengan total nilai Rp6,76 triliun. Kemudian di November ada 258 paket senilai Rp7,84 triliun dan untuk Desember ditenderkan 366 paket senilai Rp5,6 triliun. Kemudian untuk tahun 2017 juga ada lelang 486 paket bernilai Rp2,34 triliun untuk bulan Januari dan 1.085 paket bernilai Rp2,3 triliun di bulan Februari. Pagu anggaran Ditjen Bina Marga sendiri pada Tahun Anggaran (TA) 2017 totalnya mencapai Rp41,3 triliun.

Menurut Arie, alasan Kementerian PUPR melakukan pelelang dini ini bertujuan supaya waktu pelaksanaan pekerjaan di lapangan lebih panjang. Dengan demikian, pekerjaan dapat selesai tepat waktu, lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan pada akhirnya menjadi lokomotif pergerakan perekonomian nasional.

Lelang dini juga bisa menjadi tolok ukur dari keberhasilan penyerapan anggaran. Semakin dini lelang maka semakin tinggi pula harapan kita pada penyerapan anggaran di akhir tahun. Keberhasilan tersebut juga tampak dari penyerapan yang merata sepanjang tahun, tidak menumpuk di akhir tahun. Untuk itu, ia menargetkan pada Oktober 2017 penyerapan bisa mencapai 85 persen.

Pelelangan dilakukan untuk semua jenis pekerjaan Ditjen Bina Marga meliputi paket preservasi jalan, pembangunan jalan nasional, pembangunan jalan tol yang menjadi tanggung jawab pemerintah, pembangunan jembatan dan peningkatan kapasitas jalan dan jembatan. Paket pekerjaan cukup besar yang ditenderkan antara lain pemeliharaan jalan Pasoepati hingga Gedebage di Bandung, Jawa Barat. Contoh pekerjaan lainnya yakni pemeliharaan jalan Cianjur-Bandung.

Arie memastikan sistem pelelangan dilakukan secara transparan menggunakan sistem elektronik yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Seluruh paket pekerjaan juga telah memenuhi readiness criteria dan pelaksanaannya akan tetap memperhatikan aspek lingkungan, khususnya pekerjaan-pekerjaan yang melintasi hutan lind6-2

Perhatikan Drainase

Setelah acara Rakor, Arie berkesempatan menghadiri acara tahunan Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) yang mengangkat tema Better Connectivity Attractive Regions. Dari banyak isu yang dibicarkan, Arie menekankan pentingnya keberadaan drainase jalan. Ia berpesan supaya seluruh anggota HPJI untuk memperhatikan drainase karena tanpanya jalan akan mudah rusak. Tanpa drainase maka air yang harusnya masuk ke drainase malah menggenangi jalan sehingga umur jalan tidak lama.

Selain itu, Arie berpesan untuk selalu mengedepankan pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan dalam setiap pengerjaan infrastruktur jalan dan jembatan. Lingkungan yang lestari juga menunjukkan kepekaan kita pada potensi wisata di daerah tersebut. Apalagi, infrastruktur yang kita bangun menjadi bagian dari pengembangan pariwisata.

Terkait hal itu, Arie menambahkan, Ditjen Bina Marga saat ini fokus mendukung tiga kawasan prioritas pariwisata Indonesia yaitu Danau Toba, Sumut (bagian barat), Candi Borobudur, Jawa Tengah (bagian tengah) dan Mandalika Nusa Tenggara Barat (bagian timur).

“Bina Marga melengkapi akses jalan ke Candi Borobudur dengan jalur selatan dan jalan tol Jogja-Bawen, Danau Toba juga dengan Trans Sumatera serta NTB dengan pembangunan kawasan perbatasan,” tutup Arie.

6-3-copy

*) Salah satu tulisan di Buletin Media Jalan Jakarta Vol. 4. 2016.  Buletin milik  BBPJN VI dibuat oleh saya dalam tim PT. Media Artha Pratama

media-jalan-jakarta-ed-6-final-ok-1

Facebooktwitterby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.
http://www.fransalchemist.com

Leave a Reply