Lomba Foto Bina Marga 2016: Menyambung Negeri

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan prioritas pembangunan di bidang infrastruktur untuk mendukung konektivitas. Untuk itu, yang harus menjadi titik perhatian adalah ruas-ruas jalan strategis, seperti jalan perbatasan dan jalan trans di pulau-pulau utama, serta pembangunan jembatan bentang panjang.Semuanya itu terangkum dalam program-program rencana strategis (renstra) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, khususnya tahun 2015-2019. Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono telah meminta supaya program tersebut harus berjalan dengan baik supaya manfaatnya bisa dirasakan oleh semua golongan masyarakat. “Saya minta semua program yang ada harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat.”

Berangkat dari amanah tersebut, ditetapkanlah arah kebijakan pembangunan yang sekaligus mengakomodasi Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Ada 4 arah kebijakan yang telah ditetapkan, yakni: Mempercepat pembangunan Sistem Transportasi Multimoda; Mempercepat pembangunan transportasi yang mendukung Sistem Logistik Nasional; Melakukan upaya keseimbangan antara transportasi yang berorientasi nasional dengan transportasi yang berorientasi lokal dan kewilayahan; Membangun kaitan sistem dan jaringan transportasi dengan investasi untuk mendukung Koridor Ekonomi, Kawasan Industri Khusus, Sistem Logistik Nasional, Kompleks Industri, dan pusat-pusat pertumbuhan lainnya di wilayah non-koridor ekonomi.

Target pembangunan bidang bina marga yang ingin dicapai sampai tahun 2019 adalah: 98 % jalan dan jembatan dalam kondisi mantap (47.017 km); 3.057 km jalan telah ditingkatkan kapasitasnya (pelebaran); membangun 15 km flyover atau underpass di perlintasan KA dan kota metropolitan, membangun jalan nasional sepanjang 2.650 km; membangun jalan tol mencapai 1.000 km; dan memberi dukungan jalan sub nasional dengan panjang total 500 km.

Capaian tersebut setidaknya memiliki 2 sasaran strategis sebagai sebuah arah pembangunan infrastruktur. Pertama, ingin meningkatkan dukungan konektivitas sebagai upaya peningkatan daya saing. Kedua, meningkatkan kemantapan jalan dan jembatan nasional. Masing-masing sasaran diberikan penjabaran secara detail dan menyeluruh supaya semua tingkatan struktural bidang bina marga dapat ambil bagian untuk menyukseskannya.

Untuk meningkatkan daya saing maka yang perlu dilakukan adalah memperkuat konektivitas nasional sebanyak 77 persen sampai akhir 2019. Tingkat dukungan tersebut sampai akhir 2014 sebesar 70 persen. Supaya tingkat konektivitas semakin tinggi maka yang menjadi sasaran adalah menurunkan waktu tempuh distribusi orang maupun barang di koridor utama, yakni Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Hal konkret yang telah dan terus dilakukan adalah membangun jalan, jalan tol, jembatan, flyover dan underpass, serta memperlebar jalan yang sudah ada.

Berlanjut ke sasaran strategis kedua, ditargetkan sampai tahun 2019 tingkat kemantapan jalan dan jembatan nasional mencapai 98 persen. Angka ini cukup optimis mengingat tingkat kemantapan jalan nasional berada pada posisi 86 persen di akhir 2014. Langkah nyata yang dilakukan supaya pelayanan jalan nasional mencapai tujuan adalah dengan melakukan pemeliaraan jalan secara rutin, baik itu bersifat rutin kondisi maupun rutin preventif. Hal lain adalah rehabilitasi jalan bersifat minor, mayor, bahkan melakukan rekonstruksi.

Ragam program Ditjen Bina Marga di atas beserta pelaksanaannya, mengarah pada dukungan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan konektivitas. Presiden ingin mempersatukan barat dan timur, mempersatukan rakyat dari Pulau Benggala di paling barat ke Kota Merauke di paling timur.

Menurut Presiden, konektivitas adalah kunci untuk memenangkan kompetisi. “Untuk itu selain deregulasi kebijakan, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur penunjang transportasi seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara. Kita harus mempercepat pembangunan infrastruktur mengejar ketertinggalan kita di bidang infrastruktur. Ini basic, ini pondasi kalau tidak dikerjakan kita akan ditinggal,” ungkapnya saat mengunjungi Pontianak, Kalimantan Barat pada Maret 2016.

Harapan Presiden dan juga menjadi harapan rakyat Indonesia hanya bisa dicapai dengan kerja keras. Hanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Hanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisa membangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan Indonesia Raya. Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama-lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Ditjen Bina Marga melihat semangat kerja ini kembali mendapat momentumnya pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 pada 17 Agustus 2016. Kemerdekaan adalah momentum untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, berbagai suku, bahasa, agama dan latar belakang. Semangat kerja ditambah dengan gelora kemerdekaan menjadi modal berarti untuk mewujudkan konektivitas nasional.

Demi mengabadikan momentum tersebut, Ditjen Bina Marga menyelenggarakan lomba foto jalan dan jembatan dengan mengangkat tema, “Gelora Kemerdekaan Lecut Semangat Kita Menyambung Negeri.”

Tujuan dari lomba foto ini adalah untuk memberikan gambaran semangat kerja pemerintah dalam mewujudnyatakan konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan di Indonesia sehingga memberikan multiplier effect kepada masyarakat luas.

Melalui lomba ini pula, diharapkan masyarakat merasa bangga terhadap bangunan-bangunan fasilitas publik sehingga menumbuhkan kesadaran dalam pelestarian serta pemeliaraan sarana dan prasarana publik tersebut.

FOTO JUARA KATEGORI UMUM 2015:

1-juara-1_321-u-1

2-juara-2_268-u-1

3-juara-3_812-u-4

4-paporit-697-u-5

5-juara-harapan-1_261-u-2

6-juara-harapan-2_483-u-4

7-juara-harapan-3_66-u-1

MAKSUD

  • Menyelenggarakan lomba foto dan pameran foto bidang ke-Bina Marga-an;

TUJUAN DAN SASARAN

  • Memberikan gambaran semangat kerja pemerintah dalam mewujudnyatakan konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan di Indonesia sehingga memberikanmultiplier effect kepada masyarakat luas.
  • Memberikan gambaran tentang keberhasilan kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Indonesia kepada masyarakat luas.
  • Menumbuhkan kebanggaan terhadap masyarakat agar lebih mencintai bangunan-bangunan fasilitas publik, sehingga menumbuhkan kesadaran dalam pelestarian serta pemeliaraan sarana dan prasarana publik di Indonesia.
  • Memotivasi para pelaku konstruksi nasional bidang ke-bina marga-an lebih inovatif dalam pelaksanaan pembangunan.
  • Memberikan peluang kepada peserta untuk menampilkan karya fotonya kepada masyarakat.
  • Mengapresiasi karya peserta lomba foto melalui pameran dan mencetak buku katalog.

TEMA

“Gelora Kemerdekaan Lecut Semangat Kita Menyambung Negeri.”

KATEGORI PESERTA

  • Profesional (Jurnalis Foto dan Fotografer)
  • Umum (Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum)

OBYEK FOTO

  • Jalan di wilayah NKRI
  • Jembatan di wilayah NKRI

PERIODE LOMBA

  • 31 Agustus 2016: Launching sekaligus pembukaan pendaftaran
  • 31 Agustus 2015 – 31 Oktober 2016: Periode pengambilan foto atau pemotretan.
  • 31 Oktober 2016: Penutupan pendaftaran
  • 7 November 2016: Penjurian Lomba Foto
  • 8 – 13 November 2016: Periode Pemilihan Juara Favorit
  • 15 November 2016: Pengumuman Pemenang
  • 21 – 27 November 2016: Pameran foto hasil karya peserta lomba foto yang terpilih

KETENTUAN UMUM:

  • Foto sesuai dengan tema.
  • Peserta wajib memilih salah satu kategori: Profesional atau Umum.
  • Jumlah foto yang dikirimkan maksimal 5 (lima) foto untuk setiap peserta.
  • Konsep foto yang dikirimkan berbentuk foto tunggal atausingle.
  • Foto adalah hasil karya sendiri (bukan milik orang lain/ rekayasa) dan tidak pernah diikutsertakan dalam kompetisi foto lainnya.
  • Membuat foto hitam-putih diperbolehkan.
  • Foto dikirimkan dalam bentuk digital (softcopy) melalui email ke alamat: lombafotobinamarga@gmail.com
  • Khusus untuk penentuan Juara Favorit, tim juri akan memilih beberapa foto untuk diupload di media sosial Facebook milik Ditjen Bina Marga. Periode penilaian adalah 8 – 13 November 2016. Foto yang mendapat vote terbanyak, itulah yang akan menjadi Juara Favorit.
  • Foto yang dikirimkan menjadi hak Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum sebagai sarana sosialisasi tanpa nilai komersialisasi.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Formulir pendaftaran secara online dapat diunduh di www.lombafotobinamarga.com

FOTO JUARA KETEGORI WARTAWAN 2015

1-juara-1_1-w-2

2-juara-2_97-w

3-juara-3_110-w-3

4-favorit-144-w-1

5-juara-harapan-1_79-w-5

6-juara-harapan-2_37-w-1

7-juara-harapan-3_89-w-1

KETENTUAN KHUSUS:

  • Format Foto yang dikirimkan melalui email wajib mengikuti syarat yang ditetapkan sebagai berikut:
    • Dimensi sisi terpanjang : 3000 pixel
    • Resolusi minimal 200 dpi
    • Format file dalam bentuk JPEG
    • Penamaan file dengan format : Kategori (profesional atau umum)_ (nama fotografer)_(judul foto).jpg
  • Editing Foto hanya diperbolehkan hanya sebatasbasic editing: brightness/contrast, levels, hue/ saturation. Cropping tidak diizinkan melebihi 10% dari foto asli. Tidak diperkenankan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto atau menghilangkan/ mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
  • Setiap foto yang dikirimkan harus dilengkapi dengan keterangan sebagai berikut:
    • Judul foto :
    • Lokasi pengambilan foto :
    • Nama fotografer :
    • Usia :
    • Alamat fotografer :
    • Pekerjaan :
    • E-mail :
    • Nomor Identitas KTP/ SIM :
    • Nomor Telepon/ HP :
    • Kategori yang diikuti : [ ] Profesional [ ] Umum
    • Merek/ jenis kamera :
    • Spesifikasi lensa :
    • Deskripsi tentang obyek foto:
  • File foto yang dikirim diharuskan masih memiliki metadata/ EXIF (data dari kamera yang berisi informasi jenis/ tipe kamera yang digunakan, diafragma,shutter speed, jenis lensa optional serta software yang digunakan untuk editing (jika diedit).

DEWAN JURI

  • Perwakilan dari Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR
  • Perwakilan dari Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR
  • Arbain Rambey (Fotografer Senior Harian KOMPAS)
  • Mosista Pambudi (Pengajar Fotografi/ Galeri ANTARA)
  • Melly Riana Sari (Pengajar Fotografi/ PEWARTA FOTO INDONESIA)

HADIAH LOMBA

KATEGORI PROFESIONAL

  • Juara 1: Rp 11.000.000 + Trophy + Piagam
    Juara 2: Rp 9.000.000 + Trophy + Piagam
    Juara 3: Rp 7.000.000 + Trophy + Piagam
  • Juara Harapan 1: Rp 3.500.000 + Trophy + Piagam
    Juara Harapan 2: Rp 3.500.000 + Trophy + Piagam
    Juara Harapan 3: Rp 3.500.000 + Trophy + Piagam
  • Juara Favorit : Rp 5.000.000 + Trophy + Piagam

KATEGORI UMUM

  • Juara  1: Rp   9.000.000 + Trophy + Piagam
    Juara  2: Rp   7.000.000 + Trophy + Piagam
    Juara  3: Rp   5.000.000 + Trophy + Piagam
  • Juara  Harapan 1: Rp   2.000.000 + Trophy + Piagam
    Juara  Harapan 2: Rp   2.000.000 + Trophy + Piagam
    Juara  Harapan 3: Rp   2.000.000 + Trophy + Piagam
  • Juara Favorit : Rp   3.000.000 + Trophy + Piagam

PENYELENGGARA:

Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

ORGANIZER:

PT Media Artha Pratama

 

Facebooktwittergoogle_plusby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.

Leave a Reply