Bahagia Itu Sederhana

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Judul di atas sering diungkap. Namun harus diakui, gampang-gampang susah untuk dicerna dan merealisasikannya.

Bahagia itu sederhana. Pertanyaannya, bahagia yang seperti apa? Sederhana yang bagaimana? Mungkin bagi sebagian besar orang, bahagia itu jika sukses mencapai kedudukan tinggi di perusahaan tempatnya bekerja, mempunyai mobil mewah, bisa travelling keliling dunia, makan di restoran kelas bintang. Tidak bisa dipungkiri hal tersebut memang mengasyikan. Bohong kalau dikatakan travelling tidak menyenangkan, makan di restoran tidak menggiurkan dan mempunyai kedudukan tinggi diperusahaan tidak membanggakan. Semua orang tentu menginginkannya.

Untuk saya pribadi, bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Dari sedikit dan segala keterbatasan yang kita punya. Menikmati langit sore di teras rumah kami yang imut-imut sambil memandangi anggrek yang sedang berbunga dan menyeruput kopi hangat bersama pasangan. Memakai kulot buatan keponakan sendiri yang sedang belajar fashion design, sungguh sangat membanggakan untuk saya. Dapat menemani mami makan sambil membicarakan isu-isu nasional yang lagi kekinian untuk dibahas, sangat menyenangkan. Berkumpul bersama BFF (best friend forever)yang sering kita kangeni tapi juga sering bikin jengkel, merupakan momen yang tak terlupakan. Semuanya membuat kita tersenyum dan bahagia.

Tapi juga sering membuat saya heran,  kenyataannya tidak sedikit saya meilhat orang yang mempunyai kemampuan ekonomi di atas rata-rata tapi namun sepertinya tidak bahagia. Hari-harinya dipenuhi ocehan, umpatan, kekhawatiran, ketidakpuasan. Seringkali melakukan travelling yang seharusnya menjadi ajang kita untuk  ‘membersihkan hati dan merefresh pikiran’  tapi setelahnya masih ngoceh dan membuat status  yang mencerminkan kepenatan dan keletihan batin. Tabungan berlimpah di bank juga tidak membuat hati merasa aman.

Saya tidak bermaksud iri terhadap kaum the have. Bersyukurlah mereka yang memiliki segala kelebihan duniawi. Tapi sayang juga kan kalau privilege yang mereka punya tersebut tidak dapat membawa kebahagiaan. Sementara banyak orang lainnya yang mengidamkan kehidupan seperti mereka.

Kalau begitu, apakah yang dimaksud dengan  ‘bahagia itu sederhana’?  Jawabnya, apapun yang dapat membuat kamu tersenyum tulus, tertawa lepas, menikmati hidup dengan apapun yang kamu punya , melakukan segala hal dengan ikhlas. Just as simple as that….. sesederhana itu…..

 

 

 

Facebooktwittergoogle_plusby feather

Leave a Reply