Saya Ketagihan Mewarnai, Karena Alasan Ini

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Mendapat hadiah valentine dari suami berupa ‘Coloring Book for Adults Batik’ bersama coloring pencil-nya sekaligus, cukup membuat saya stress, padahal di cover buku tersebut tertera tulisan ‘Art Therapy Anti Stress.’

Stres karena mungkin belum terbiasa, dan karena belum terbiasa itu pula timbul rasa penasaran. Akhirnya saya memberanikan diri mencoba memulai dari satu gambar yang saya anggap paling mudah, ehm… ternyata sungguh membuat saya ketagihan dan sulit berhenti hingga tengah malam.

Saking asyiknya, kegiatan ini pun tidak mengenal tempat. Saat melakukan perjalanan ke rumah kami di Bogor, saya pun mewarnai di dalam KRL. Saat menunggu adik ipar di mal, saya pun tidak kehabisan kegiatan. “It’s time for coloring,” jerit kecilku.

Mewarnai di KRL dari Jakarta ke Bogor
Mewarnai di KRL dari Jakarta ke Bogor

Saya mulai merasa ada benarnya mewarnai dengan tingkat kesulitan tertentu bisa mengurangi stres atau tekanan karena tanggung jawab di kantor atau di rumah. Karena memang, mewarnai menimbulkan rasa happy.

Kegiatan mewarnai yang seakan lupa waktu, ternyata membawa saya untuk bisa fokus dalam waktu yang lama. Kata orang sih, jika bisa fokus lama maka akan mambuka lobus frontal otak atau pusat pengaturan dan pemecahan masalah pada otak. Dengan demikian, bisa membuat pikiran lebih fokus dan merasa harus menyelesaikan gambar tersebut. Tentu, hal ini bermanfaat untuk bisa lebih fokus menyelesaikan pekerjaan di kantor atau di rumah.

Mewarnai di pusat perbelanjaan
Mewarnai di pusat perbelanjaan

Mewarnai membutuhkan dua belahan otak untuk berkomunikasi, dan kegiatan ini meningkatkan keterampilan motorik halus sekaligus penglihatan. Nah, ini cocok untuk terapi mata. Maklum, mata saya kan udah cukup payah untuk beraktifitas yang cukup berat.

Aktivitas berkesenian, khususnya mewarnai atau menggambar bisa menjadi terapi untuk menunda atau mencegah terkena demensia. Menurut yang saya tonton di Kick Andy, pada episode demensia, penyakit demensia atau pikun tidak hanya menyerang mereka yang telah lanjut usia. Banyak pula mereka yang berusia produktif telah kena gejala demensia.

IMG_20160311_135943
Hasil pertama

IMG_20160311_142627

Pada akhirnya,  mewarnai membuat saya masuk ke dalam diri saya sendiri. Saat di lingkungan tertentu atau kondisi tertentu saya “dipaksa” untuk menjadi seorang di luar diri saya, maka mewarnai mendorong saya untuk hidup di dunia saya. Saya berhak untuk memilih warna yang saya suka tanpa peduli omangan orang lain. Saya tidak peduli mewarnai mata orang dengan warna hijau atau kuning, hahaha

Mari bersenang-senang!

Please enjoy…..

 

Facebooktwittergoogle_plusby feather

Leave a Reply