Review Infinix Hot 2, Ponsel 1 Jutaan yang Andal

Facebooktwittergoogle_plusinstagramby feather

Pasar smartphone di seluruh dunia tumbuh 13% dari tahun ke tahun. Data dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan pada kuarter kedua tahun 2015 ada 341.500.000 pengiriman smartphone di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sistem operasi Android mendominasi pasar dengan pangsa 82,8%.

Lini produk Android yang memberikan konstribusi besar adalah larisnya smartphone murah (lower-cost smartphones). Negara tersebar untuk penjualan smarthone murah adalah Tiongkok. “China adalah negara terbesar untuk penjualan smartphone, yang mewakili 30 persen dari total penjualan smartphone pada kuartal kedua tahun 2015,” kata Anshul Gupta, Direktur Riset dari Lembaga Riset Gartner.

Namun, Gartner menambahkan, produsen dari Tiongkok sadar supaya produknya terus diterima konsumen perlu dilakukan peningkatan kualitas secara terus menerus. “Ini penting untuk mengembangkan pasar mereka.”

Salah satu produsen smartphone Tiongkok yang memperhatikan kualitas namun murah adalah Infinix Mobility. Perusahaan yang berbasis di Hongkong tersebut menjalin kerja sama dengan Google yang mengembangkan program Android One. Program ini adalah strategi Google untuk menarik minat masyarakat di segmen bawah terhadap smartphone yang mumpuni tetapi berbiaya murah.

Alhasil, Kolaborasi Infinix Mobility dengan Google menelurkan produk bernama Infinix Android One X510 Hot 2 pada akhir September 2015. Infinix mengklaim, sebagai pemain baru mereka yakin produknya dapat diterima baik oleh masyarakat Indonesia. Sekalipun sudah ada 3 smartphone android one yang meluncur lebih dulu, yakni Evercoss, Mito dan Nexian.

Infinix Hot 2 adalah android one generasi kedua, yang tentunya sudah mendapat beberapa sentuhan penyempuranan dari generasi sebelumnya. Untuk urusan jeroan, Infinix Hot 2 bertekad untuk memberikan pengalaman teknologi terkini bagi penggunanya. Jika masih ada yang memakai Android Lollipop 5.1.1. Infinix telah mengkonfirmasi untuk update software Android 6.0 Marshmallow sudah tersedia untuk Infinix Hot 2 secara bertahap sejak 21 Januari 2016.”Kami yakin konsumen Infinix Hot 2 dapat menikmati set fitur lengkap melalui pembaruan sistem operasi terbaru, Android 6.0 Marshmallow,” kata Benjamin Jiang, CEO Infinix Mobility, beberapa waktu lalu.

Menurut Jiang, update Android 6.0 Marshmallow memiliki ukuran sekitar 626,8 MB dan dapat diperoleh secara otomatis melalui OTA (Over the Air) dengan mengakses menu ‘Setting > About Phone > System Update’.

Infinix Hot 2 hanya memiliki tiga buah sensor. Artinya, ponsel ini tidak dapat digunakan untuk cardboard dan game lainnya yang membutuhkan Gyro. Selain itu, karena ketiadaaan sensor magnetik, maka ponsel tidak bisa mencari arah dengan bantuan kompas.

Untuk pemakaian SoC, Infinix Hot 2 memakai SoC Mediatek MT6580M atau sama dengan generasi pertamanya. Dengan demikian, CPU yang digunakan masih quad core Cortex A7 berkecepatan 1,3 GHz dan GPU Mali 400MP yang mendukung instruksi 32 bit. RAM yang terpasang sudah berkapasitas 2 GB dan storage internalnya pun sudah bertambah menjadi 16 GB serta terdapat sebuah slot microSD di bagian belakangnya. Layar yang terpasang pun juga telah berdimensi 5 inci dan memiliki resolusi 720p dengan baterai berkapasitas 2200 mAh.

Khusus untuk pemilihan layar IPS 5 inci beresolusi 720p kami pikir menjadi titik tengah bagi konsumen yang menginginkan layar kecil dan konsumen yang lebih nyaman dengan layar lebar. Ukuran 5 inci juga cocok bagi konsumen yang baru kali pertama mencoba mengetik di layar sentuh.

Walau menyandang lower-cost smartphones namun kemampuannya cukup andal untuk bermain game. Kami coba bermain game berat FIFA 15. Hasilnya permainan dapat berjalan mulus tanpa ditemui kendala seperti lag. Namun sayangnya penempatan microphone tidak pas, karena di saat bermain jemari tangan kanan mau tidak mau menutup microphone.

Kehidupan sosial zaman sekarang tidak lepas dari kamera. Oleh karena itu, Infinix membekali Infinix Hot 2 dengan sensor OmniVision OV8865 pada kamera. Hasilnya, foto yang dihasilkan lebih baik dari generasi pertama. Kamera belakang lumayan baik mengabadikan obyek dengan cahaya cukup. Namun akan kurang maksimal di kondisi kurang cahaya atau di dalam ruangan. Sedangkan kamera depan, hasilnya boleh dikatakan biasa saja.

Berikut penampakan hasil foto dari Infinix Hot 2:

Hasil foto indoor minim cahaya
Hasil foto indoor minim cahaya
Hasil foto indoor dengan flash
Hasil foto indoor dengan flash
Hasil foto indoor samping jendela
Hasil foto indoor samping jendela
Hasil foto outdoor
Hasil foto outdoor

Feature multimedia turut menjadi perhatian Infinix Hot 2. Smartphone ini dapat digunakan untuk memainkan file-file musik seperti MP3, OGG, FLAC, AAC, dan WMA pada aplikasi standar Android. File-file video seperti MP4, MKV, dan MOV juga telah didukung oleh player video-nya.

Sayangnya, pada smartphone ini tidak ditemukan equalizer. Untuk itu, pengguna harus mendownload aplikasi equalizer pihak ketiga untuk meningkatkan kualitas suaranya. Kalau tidak, suara yang dihasilkan cenderung cempreng.

Feature lain yang disediakan adalah FM Radio. Anda harus menancapkan earphone untuk menjadi sebuah antena agar FM Radio dapat digunakan.

Terkait tombol dan slot, pada bagian atas dapat ditemukan slot audio jack 3,55mm serta port micro USB. Di bagian kanannya terdapat tombol power dan volume,  bagian bawah dapat ditemukan speaker dan microphone, sedangkan bagian dalamnya dapat ditemukan slot microSIM dan microSD.

Data Teknis

SoC/CPU/GPU Mediatek MT6580  / Quad Core ARM Cortex A7 1,3 GHz / Mali 400MP
RAM / Internal Storage / MicroSD 2 GB / 16 GB / Ada
Format Video H.263, H.264, MPEG4, WMV
Format Audio MP3, MP4, WMA, AAC, AAC+, WAV
Format  Gambar JPG, BMP, PNG
Layar Capacitive 5 inci dengan resolusi 1280 x 720
Kamera Utama / Depan 8 MP AutoFocus /  2 MP
Interface MicroUSB
Koneksi nirkabel Wi-Fi (802.11 a/b/g/n), Bluetooth 4
Dimensi dan Bobot 145 x 72 x 8.8 mm / 160 gram
Daya Tahan Baterai 675 menit (BatteryXPRT)
Produsen Infinix
Website http://www.infinixmobility.com
Harga Rp. 1.299.000

 

Facebooktwittergoogle_plusby feather
wawan
Pribadi sederhana yang ingin terus belajar di bidang komunikasi. Dimulai dari menulis, fotografi, media relations, kadang-kadang menggambar, sampai mengadakan acara komunikasi seperti berbagai lomba dan pelatihan jurnalistik/ fotografi.

Leave a Reply